KNKT DORONG KOLABORASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS INVESTIGATOR DI FORUM ICAO-EASA
BALI – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berpartisipasi dalam ICAO-EASA Forum on Safety Investigation yang diselenggarakan di Bali pada 21 hingga 22 April 2026. Kegiatan ini mempertemukan otoritas investigasi keselamatan penerbangan, regulator, serta perwakilan industri dari berbagai negara untuk membahas penguatan kapasitas investigasi dan implementasi rekomendasi keselamatan di kawasan Asia Pasifik yang terus mengalami pertumbuhan pesat.
Forum dibuka oleh perwakilan International Civil Aviation Organization (ICAO), European Union Aviation Safety Agency (EASA), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, serta Ketua KNKT. Selama dua hari pelaksanaan, forum diisi dengan paparan dan diskusi panel yang menyoroti kompleksitas investigasi kecelakaan penerbangan, tantangan pemenuhan standar dan praktik yang direkomendasikan ICAO, serta kebutuhan peningkatan kompetensi investigator keselamatan.
Pembahasan mengemuka pada kondisi kawasan Asia Pasifik yang saat ini mencakup sekitar 40 persen ruang udara global dan menjadi wilayah dengan pertumbuhan penerbangan tercepat. Di sisi lain, kawasan ini masih menghadapi tantangan dalam capaian efektivitas implementasi investigasi kecelakaan, khususnya terkait aspek pelatihan investigator. Keterbatasan sumber daya, kebutuhan keahlian teknis, serta lamanya proses pembentukan kompetensi menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas dan ketepatan waktu laporan investigasi.
Forum juga menyoroti bahwa tantangan utama tidak terletak pada aspek regulasi, melainkan pada implementasi di lapangan. Keterlambatan penyelesaian laporan, keterbatasan tenaga ahli, serta lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi isu yang perlu mendapat perhatian. Dalam konteks tersebut, penguatan fondasi kelembagaan investigasi, termasuk independensi badan investigasi dan dukungan negara, menjadi faktor penting untuk memastikan efektivitas pelaksanaan investigasi.
Kerja sama regional menjadi salah satu pendekatan yang didorong dalam forum ini. Berbagai pihak menekankan bahwa tidak ada satu otoritas yang dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan keselamatan penerbangan. Pertukaran sumber daya, dukungan timbal balik, serta pengembangan model kerja sama regional menjadi langkah yang dinilai relevan untuk menjawab keterbatasan yang ada. Dalam hal pelatihan, pendekatan regional juga dipandang perlu untuk mempercepat peningkatan kompetensi investigator yang memerlukan waktu dan pengalaman panjang.
Selain itu, forum menekankan pentingnya kualitas rekomendasi keselamatan sebagai hasil utama investigasi. Rekomendasi yang disusun perlu bersifat jelas, tepat sasaran, realistis, dan dapat ditindaklanjuti. Tantangan yang dihadapi tidak hanya pada penyusunan rekomendasi, tetapi juga pada mekanisme pemantauan dan tindak lanjut, termasuk penentuan pihak yang tepat sebagai adresat rekomendasi serta koordinasi antara badan investigasi dan otoritas penerbangan sipil.
Diskusi juga menggarisbawahi perlunya pergeseran pendekatan dari sekadar investigasi menuju pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan keselamatan. Penguatan mekanisme pelacakan tindak lanjut serta analisis tren menjadi bagian dari upaya membangun sistem keselamatan yang lebih proaktif.
Keterlibatan industri penerbangan dalam proses investigasi turut menjadi perhatian penting dalam forum ini. Seluruh peserta sepakat bahwa kerja sama antara badan investigasi, regulator, dan pelaku industri merupakan elemen kunci untuk memastikan efektivitas investigasi sekaligus implementasi rekomendasi keselamatan. Independensi badan investigasi tetap menjadi prinsip utama, namun tidak berarti terpisah dari kolaborasi dengan pihak terkait.
Sebagai penutup, forum menghasilkan sejumlah poin utama yang menjadi arah ke depan, antara lain penguatan independensi badan investigasi dengan dukungan negara, peningkatan investasi dalam pelatihan investigator, fokus pada implementasi rekomendasi keselamatan, serta penguatan kerja sama regional. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan peningkatan keselamatan penerbangan yang nyata dan berkelanjutan.
KNKT memandang forum ini sebagai wadah penting untuk memperkuat sinergi internasional dalam meningkatkan keselamatan transportasi udara. Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik investigasi di Indonesia, khususnya dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, kualitas investigasi, serta efektivitas tindak lanjut rekomendasi keselamatan.