Loading .. Please wait

KOLABORASI KNKT DAN ATSB DALAM PELATIHAN INVESTIGATOR KESELAMATAN TRANSPORTASI

Image

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berpartisipasi dalam kegiatan Investigator Essential Training Course 2026 yang dilaksanakan pada 14 hingga 17 April 2026. Kegiatan yang dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Australian Transport Safety Bureau (ATSB) dalam rangka peningkatan kapasitas investigator kecelakaan transportasi.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai unsur di lingkungan KNKT, mencakup Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Pelayaran, Perkeretaapian, dan Lalu Lintas Jalan, serta Sekretariat KNKT. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pemangku kepentingan terkait. Keikutsertaan lintas subkomite dan unit kerja ini dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman bersama dalam pelaksanaan investigasi serta meningkatkan koordinasi antar unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan transportasi.

Pada hari pertama pelaksanaan, materi pelatihan difokuskan pada penanganan keluarga korban (family assistance). Peserta mendapatkan pemaparan mengenai kewajiban internasional yang mengacu pada ketentuan ICAO Annex 13, termasuk tinjauan terhadap Protocol Questions yang berkaitan dengan aspek tersebut. Selain itu, disampaikan pula proses yang diterapkan oleh ATSB dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban, serta pengalaman historis dalam pengelolaan hubungan dengan pihak keluarga korban dalam situasi kecelakaan transportasi.

Memasuki hari kedua, pelatihan berlanjut dengan materi terkait dokumentasi visual dalam investigasi kecelakaan, khususnya teknik fotografi di lokasi kejadian. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar fotografi investigasi, pentingnya dokumentasi visual dalam mendukung analisis, serta teknik pengambilan gambar yang akurat dan sistematis di lokasi kecelakaan. Peserta juga dibekali dengan pemahaman mengenai analisis dan pengukuran berbasis citra untuk mendukung proses investigasi secara lebih komprehensif.

Pada hari ketiga, peserta mengikuti sesi pelatihan media yang berfokus pada penyampaian informasi kepada publik. Materi yang diberikan meliputi penyusunan siaran pers dan pelaksanaan konferensi pers. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penyampaian informasi yang jelas, tepat, dan bertanggung jawab, terutama dalam situasi yang melibatkan perhatian publik yang tinggi.

Pelatihan dilanjutkan pada hari keempat dengan pembahasan mengenai strategi komunikasi dengan pemangku kepentingan. Materi mencakup perencanaan keterlibatan pemangku kepentingan serta strategi dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi yang umum terjadi dalam penanganan kecelakaan transportasi. Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu mengelola komunikasi secara efektif, baik dalam konteks internal maupun eksternal.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari ATSB yang memiliki pengalaman dalam bidang investigasi keselamatan transportasi serta komunikasi publik. Materi yang disampaikan dirancang untuk memberikan keseimbangan antara pemahaman teknis dan kemampuan komunikasi, sehingga peserta tidak hanya mampu melaksanakan investigasi secara profesional, tetapi juga dapat menyampaikan hasilnya kepada publik secara transparan dan akuntabel.

Jumlah peserta yang terbatas memungkinkan interaksi yang lebih intensif antara peserta dan narasumber. Hal ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendalami materi, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan investigasi di masing-masing moda transportasi.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia KNKT, khususnya dalam menghadapi tantangan investigasi yang semakin kompleks, serta dalam menyampaikan hasil investigasi kepada publik secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Ketua KNKT.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, KNKT terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi investigator serta memperkuat kerja sama internasional. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan investigasi kecelakaan transportasi yang independen, profesional, dan berorientasi pada peningkatan keselamatan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan kecelakaan di masa mendatang.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey